Pameran Karya Nyoman Gunarsa, Mengenang Sang Maestro, Pendedikasi dan Pencipta Tujuh Periodisasi Berkesenian

- Kamis, 23 Februari 2023 | 20:22 WIB
 Dari Pameran Karya Nyoman Gunarsa Mengenang Sang Maestro, Pendedikasi dan Pencipta Tujuh Periodisasi Berkesenian  Pe
Dari Pameran Karya Nyoman Gunarsa Mengenang Sang Maestro, Pendedikasi dan Pencipta Tujuh Periodisasi Berkesenian Pe

Dewatanetwork.com- Pemilik Museum Nyoman Gunarsa menggelar pameran lukisan bertemakan In Honor Of Nyoman Gunarsa (Mengenang Nyoman Gunarsa). Pameran diadakan di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar. 

Puluhan karya Nyoman Gunarsa dipajang selama satu bulan lebih, sejak tanggal 24 Februari 2023 hingga tanggal 31 Maret 2023. Pameran ini selain untuk mengenang dedikasi sang maestro di dunia seni khususnya seni lukis, juga untuk mengobati kerinduan pencinta dan penikmat seni lukis di Nusantara.

Menurut istri Indrawati Gunarsa, sejak Nyoman Gunarsa almarhum, pameran ini merupakan kali pertama diadakan di Bali. Pameran ini memiliki arti penting, tidak sekedar menampilkan kembali karya Nyoman Gunarsa tapi jauh dari itu untuk mengingatkan warga Bali serta masyarakat pencinta seni di Nusantara, kalau sosok Nyoman Gunarsa hidupnya total didedikasikan untuk seni dan budaya. 

Baca Juga: Drama Pemilihan Waketum PSSI, Ini Harapan Pelatih Bali United Stefano Cugurra    

“Nyoman Gunarsa terus mendedikasikan dirinya untuk berbagai hal dalam seni dan budaya,” kata Indrawati, Kamis (23/2/2023).

Nyoman Gunarsa merupakan maestro seni lukis berasal dari Dusun Banda, Desa Takmung,Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Gunarsa lahir pada 15 April 1944, dan mengasah bakat seni melukis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. 

Nyoman Gunarsa pernah memberikan “Gunarsa Prize’ di UNS Solo, di ISI Yogyakarta. Demikian juga Nyoman Gunarsa Museum memberikan penghargaan Aji Sewaka Nugraha kepada seniman dan budayawan. Saat bergabung dengan Sanggar Dewata Indonesia, beberapa kali memberikan penghargaan Lempad Prize kepada seniman dan budayawan Indonesia.

Baca Juga: Perkiraan Cuaca di Seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di Bali, Tanggal 13 Februari 2023

Perjalanan hidup dan proses berkesenian Nyoman Gunarsa yang terlahir dengan talenta seni dijalaninya cukup panjang. Proses panjang inilah Gunarsa menciptakan tujuh periodisasi berkesenian. 

Dikutip dari History Maestro Dr (HC) Nyoman Gunarsa, diawali dengan periodisasi akademis (1960-1976), masa-masa Nyoman Gunarsa menempuh pendidikan akademis di ASRI Yogyakarta. Periode Sesajen (1960-1970) masa Nyoman Gunarsa menemukan jati diri dengan mengangkat aneka sesajen persembahan umat Hindu di Bali dalam objek karya seni lukisnya.

Berlanjut ke periode Aringgit (1970-1980) masa dimana Nyoman Gunarsa menuangkan aneka bentuk wayang dalam karya lukisnya. Periode Sintesa (1980-1990), Nyoman Gunarsa memilih menggabungkan periode Aringgit dengan periode Sesajen. 

Baca Juga: Perkiraan Cuaca di Seluruh Kabupaten dan Kota di Bali, Tanggal 12 Februari 2023

Periode Tari (1990 an) merupakan periode keemasan dalam periode seni lukis Nyoman Gunarsa. Gunarsa yang dijuluki “pelukis bertangan emas”melukis dinamika dan ekspresi penari Bali dalam seni lukisannya. 

Memasuki periode Moksa (2000 an) masa-masa Nyoman Gunarsa membebaskan diri antara dunia nyata dan tak nyata yang tertuang secara nyata dalam karya seninya. Periode Kebebasan (2007) masa-masa Nyoman Gunarsa melukis realita kehidupan dan bebas merdeka memilih objek lukisan yang dituangkan dalam karya seni lukisannya. 

Nyoman Gunarsa pemilik Museum Nyoman Gunarsa yang berdiri di Dusun Banda,Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali ini merupakan legenda seni rupa di Bali. Tokoh penting pendiri Sanggar Dewata Indonesia ini juga dikenal memiliki kecerdasan sosial. Itu terlihat dari pergaulan Nyoman Gunarsa dengan banyak kalangan hingga pejabat tinggi di negeri ini. 

Halaman:

Editor: Wayan Tara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X